Sunday, July 18, 2010

Keakuratan Hasil Ujian PTN 2010/2011 Diragukan

PARA peserta ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2010/2011 tidak pernah mengetahui alasan kegagalannya. Ini karena yang berwenang tidak transparan dalam penyelenggaraan. Antara lain, peserta tidak mengetahui nilai hasil tes yang diujikan-nya. Juga, tidak mengetahui nilai hasil tes bagi peserta yang diterima.

Memang, semakin sulit saja mempercayai keakuratan hasil tes saringan nasional masuk perguruan tinggi negeri (snmptn) 2010/2011. Apalagi, sejak perguruan tinggi berubah status menjadi badan hukum (Saya membacanya sebagai lembaga bisnis). Lebih bisa menjual sesuai kemauannya, dengan beragam label program penerimaan mahasiswa baru. Jalur kemitraan, prestasi dan sejumlah jalur dengan istilah canggih lainnya.

Di antara program penerimaan mahasiswa baru, terdapat celah kesamaan. Yakni tidak adanya jaminan transparasi atas keakuratan prestasi mahasiswa yang diterima, maupun keakuratan nilai sumbangan yang diberikan.

Jalur kemitraan, misalnya, yang mestinya keputusan ditentukan oleh besaran duit yang ditawarkan, pada kenyataan, hal ini pun keakuratannya sangat diragukan. Karena tidak ada pengumuman resmi, daftar sumbangan masing-masing mahasiswa yang berhasil diterima.

Demikian pula keakuratan atas prestasi hasil tes snmptn, ini juga sangat diragukan. Karena sebelum resmi pengumuman penerimaan mahasiswa baru pada 17 Juli 2010, tidak ada pengumuman daftar nilai hasil tes peserta snmptn. Masyarakat juga tidak pernah mengetahui, nilai tertinggi dan terendah peserta snmptn yang diterima.

Demikian pula para peserta snmptn, tidak ada yang bisa mengetahui alasan kegagalannya. Ini karena mereka tidak pernah diberitahukan nilai hasil tes yang diujikan-nya.

Era Soeharto Lebih Baik
Atas pembodohan ini Saya menilai perguruan tinggi swasta (PTS) memiliki sistem penerimaan mahasiswa baru yang lebih baik ketimbang Perguruan Tinggi Negeri (PTN). PTS memiliki standar harga yang jelas.

Sementara, sistem penerimaan mahasiswa baru di PTN dewasa ini lebih jelek dibanding model lelang yang diberlakukan oleh balai lelang.

Sebenarnya secara jujur saya lebih memilih sistem penerimaan mahasiswa baru yang diberlakukan di era Presiden Soeharto. Memang belum sempurna. Tapi, lebih baik daripada saat ini. Dampaknya kita lihat bersama lima hingga 10 tahun ke depan. Lebih baik atau sebaliknya!

Ellyawati
Surabaya