TERTATAT 148 ribu artikel bertebaran di sejumlah media online hari Senin (21/3/2011) terkait pernikahan Krisdayanti dan Raul Lemos yang menikah di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Minggu (20/3/2011). Namun, secara umum pernikahan mereka tanpa diikuti ekspose oleh media-media besar, layaknya seorang bintang.
Sebagaimana sebelum berpisah dengan Anang pada 18 Agustus 2009, media memposisikan Krisdayanti (KD) sebagai seorang diva besar yang sangat terkenal, tak luput dari ekspose media dalam kesehariannya.
Kini keberadaannya pun masih menarik perhatian media. Hanya kadar perhatian itu sedikit menurun, sebagaimana peristiwa pernikahan mereka, tanpa diikuti ekspose oleh media-media besar. Kalau pun masih ada yang mengangkatkan sebegai berita, itu pun sebagai sekadar informasi, dan bukan berita utama.
Hal ini sangat dimungkinkan dilatarbelakangi oleh asumsi telah lunturnya citra yang melekat pada diri KD, sebagaimana ketika masih bersanding dengan Anang Hermansyah, suaminya. Diakui atau tidak, perjalanan cinta KD dan Raul yang kontroversi, menorehkan coretan tersendiri pada citra KD.
Dalam kiatan ini, Media memang harus ekstra hati-hati dalam melakukan ekspose terhadap KD, terkait dengan citranya. Setidaknya tidak membuahkan antipati bagi masyarakat yang kontra terhadap pilihan hidup KD atas media yang melakukan ekspose.
Dampak negatif bagi media inilah yang harus dijaga oleh media itu sendiri. Toh kalau pun tidak mengekspose kegiatan KD, media tidak merugi, dan kebijakan inilah yang antara lain dimungkinkan mendasari pertimbangan media-media berita, untuk tidak mengeksposemya. (priono Subardan).